Senin, 08 Maret 2010

Gigi Susu Anak

Berikut ini bahasan mengenai "gigi susu anak" dan perkembangan gigi nya selama pertumbuhan.

Rasanya baru kemarin, saya bilang ke suami "Mas, kok gigi farah dari 3 bulan terakhir ini ga nambah2 jumlahnya? Padahal mela kan waktu hamil rajin minum CDR dan susu". Yang saya tahu, gigi bayi sudah mulai dibentuk sejak janin umur 6 bulan. Selain faktor genetik, gizi juga sangat mempengaruhi. Suami hanya tersenyum manis dan sedikit berkomentar sembari mengingatkanku agar ga khawatir" Ya..tunggu aja lah,kan setiap anak beda2 pola pertumbuhannya". Namun sekarang, Alhamdulillah,ada benih gigi di bagian taringnya.Lucu ya?biasanya kan geraham dulu baru gigi taring. Nah, berarti diumur 17 bulan ni gigi farah nambah satu lagi(bagian taring). kalo kemarin2 kan hanya gigi seri (4 atas-4 bawah).


Apa gigi susu? yuk cari ilmunya...
Gigi susu, sering disebut gigi sulung, gigi sementara, ataupun gigi desidui, berjumlah 20 buah yang tersusun masing-masing 10 buah pada rahang atas dan bawah.
Anak umur 2 tahun biasanya sudah lengkap pertumbuhan gigi susunya.

Umur berapa anak memiliki gigi susu lengkap?

Panduan perkiraan waktu tumbuh gigi susu (menurut Lunt & Law)


Rahang Atas Rahang Bawah
Gigi seri pertama 8-12 bulan (rata-rata 10 bulan) 6-12 bulan (rata-rata 8 bulan)
Gigi seri kedua 9-13 bulan (rata-rata 11 bulan) 10-16 bulan (rata-rata 13 bln)
Gigi taring 16-22 bulan (rata-rata 19 bulan) 17-23 bulan (rata-rata 20 bln)
Gigi geraham pertama 13-19 bulan (rata-rata 16 bulan) 14-18 bulan (rata-rata 16 bln)
Gigi geraham kedua 25-33 bulan (rata-rata 29 bulan) 23-30 bulan (rata-rata 27bln)

Trus, kalo anak sudah mulai mempunyai gigi susu, jangan mengabaikan perawatannya karena gigi susu adalah cikal bakal gigi permanen yang sehat dan rapi. Sering kita melihat anak yang tak rajin pertumbuhan giginya, ini mungkin salah satunya penyebabnya selain faktor genetik. jadi jangan abaikan gigi susu yang sangat penting peranannya,yaitu:
  1. Untuk mengunyah guna membantu memudahkan pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan. Hal ini sangat penting mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Aktifitas mengunyah akan merangsang pertumbuhan tulang rahang. Para orangtua hendaklah ‘memberi contoh’ dan mengajar anaknya cara mengunyah makanan yang benar yaitu dilakukan pada kedua sisi rahang (kanan dan kiri) untuk merangsang agar pertumbuhan tulang seimbang. Bila anak berkebiasaan mengunyah hanya dengan satu sisi rahang saja, sisi yang jarang terpakai tampak lebih kotor dibanding sisi yang sering dipakai mengunyah.
  3. Mempertahankan ruangan dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi pengganti. Sebagai contoh gigi geraham susu mempunyai dua akar; di antara dua akar gigi tersebut terletak benih gigi penggantinya. Arah pertumbuhan gigi pengganti akan sejalan dengan arah atau jalan tanggalnya gigi susu
  4. Apabila gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan ataupun di belakangnya akan bergeser ke tempat bekas gigi yang dicabut. Ini mengakibatkan kekurangan ruang untuk gigi permanennya kelak. Gigi pengganti akan kehilangan penuntun arah. Dampaknya, gigi penggantinya tumbuh berjejal dan salah arah.
  5. Berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu. Kehilangan atau kerusakan parah pada gigi seri dapat menimbulkan kesulitan pengucapan huruf-huruf seperti; F, V, S, Z, Th. Namun dapat dikoreksi setelah gigi penggantinya muncul.
  6. Estetika. Bila gigi susu terawat baik punya andil menjaga estetika; penampilan anak lebih lucu, lebih menarik, dan lebih sehat kalau mereka tersenyum dengan geligi yang utuh dan bersih.
8 langkah agar gigi susu si kecil sehat

  1. Kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia 6 minggu di dalam kandungan. Ibu hamil yang cukup asupan kalsium dan protein umumnya pertumbuhan gigi dan tulang bayi baik.
  2. Pengendalian karies antara lain makanan yang mengandung gula dan menempel di gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan kerusakan gigi.
  3. Hendaknya selalu membersihkan sisa makanan setiap anak habis makan atau minum manis.
  4. Bersihkan gigi dan gusi bayi dengan kapas/kasa steril yang dibasahi air matang. Gosoklah perlahan sehabis menyusu dan diberi makan.
  5. Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi, ciptakan suasana menyikat gigi yang menyenangkan, meskipun akhirnya bantuan orangtua tetap diperlukan.
  6. Bimbing anak menyikat gigi dengan sikat gigi khusus anak yang banyak tersedia di toko terkemuka. Bahkan ada sikat gigi “bertahap” mulai dari awal tumbuh gigi sampai lengkap gigi susu. Gunakan air masak untuk kumur agar aman bila tertelan. Bantu anak memegang sikat supaya ia bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman dan aman, tidak melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakkan.
  7. Di bawah usia 4 tahun sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi, dikhawatirkan akan tertelan.
  8. Pengenalan pasta gigi dapat dilakukan bila anak telah pandai berkumur, dengan pengawasan lekat. Beri contoh cara berkumur yaitu menggerakkan kumuran dan mengeluarkannya dengan keras, tak hanya sekedar dikeluarkan dari mulut.
Sumber: Mc Donald, R.E & Avery, D.R. Dentistry for the child and adolescent, Mosby., St Louis.( I bu Cemerlang,Nesstle)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar