Minggu, 15 November 2009

Obat Sakit Gigi Tradisional (TRADITIONAL)

Obat Sakit Gigi Tradisional (TRADITIONAL), cara tadisional, mudah. Melakukan pengobatan sendiri apabila sakit merupakan cerminan perilaku masyarakat terhadap timbulnya gejala suatu penyakit. Salah satu bentuk pengobatan sendiri adalah dengan cara tradisional. Bahan/obat tradisional di beberapa daerah diketahui dapat bermanfaat membersihkan gigi dan mulut serta mengurangi keluhan sakit akibat penyakit gigi (TOOTHACHE), tetapi tidak untuk menyembuhkan. Dengan demikian, pemakaian obat tradisional merupakan tindakan sementara saja yang berarti harus tetap dilakukan tindakan perawatan oleh dokter gigi.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional dalam pengobatan gigi dan mulut adalah pohon kecubung.

Kecubung mempunyai nama ilmiah spesies datura fastuosa, Linn dan datura metel. Di beberapa daerah, kecubung dikenal dengan nama yang serupa sepeti kucubung (Sunda) dan kachobung (Madura).

Kecubung termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai pokok batang kayu dan tebal, bercabang banyak, tumbuh dengan tinggi kurang dari 2 meter. Daun berbentuk bulat telur dan pada bagian tepinya berlekuk tajam-tajam. Bunga kecubung menyerupai terompet berwarna putih dan lembayung. Buahnya hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat.

Buah kecubung bagian luarnya dilapisi duri-duri dan di dalamnya berisi biji-biji kecil yang berwarna kuning kecoklatan. Kecubung tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung sering ditanam di kebun atau halaman rumah.

Semua bagian tumbuhan kecubung, yaitu akar, tangkai, daun, bunga, buah, dan bijinya, mengandung senyawa alkaloid. Kandungan alkaloid terbanyak terdapat dalam akar dan bijinya, bisa mencapai 0,4-0,9%. daun dan bunga berkisar antara 0,2 sampai 0,3%.

Sebagian alkaloid itu terdiri atas Atropin (bersifat antikholinergik), Hyoscyamin (bersifat antikholinergik), Skopolamin (bersifat antikholinergik), Hiosin, zat lemak, dan Kalsium Oksalat, Atropin dan Skopolamin memberi efek klinis yang secara prinsip digunakan untuk menghentikan spasme pada perawatan spasti kolitis, gastroentritis, dan peptic ulcer.

Juga digunakan untuk mengurangi sekresi saluran pernafasan pada saat anastesi, sekresi lambung pada perawatan ulkus peptikum serta sekresi nasal dan sinus pada pengobatan flu dan alergi. Pada keadaan iritis digunakan untuk mencegah terjadinya perlekatan antara iris dan lensa mata.

Atropin juga adalah antidotum pada keadaan keracunan. Skopolamin punya aktivitas depresen pada susunan saraf pusat dan digunakan sebagai obat mabuk perjalanan. Dulu Skopolamin dikombinasikan bersama morfin dan digunakan sebagai sedatif dan premedikasi. Karena cukup berbahaya, produk ini kini dilarang. Pada saat ini Skopolamin digunakan secara luas dalam kombinasi dengan anti histamin.

Gejala keracunan yang dapat timbul pada pemakaian Atropin dan Skopolamin adalah skin rast, mulut kering, kesulitan buang air kecil, sakit mata, dan sensitif terhadap cahaya. Penderita diberi antasida seperti alumina gel untuk menghambat resorbsi obat.

Di bidang kedokteran gigi, Atropin (0-6 mg) dapat diberikan secara oral untuk mengurangi sekresi saliva sehingga menghasilkan daerah kerja yang kering.

Efek kecubung pada sakit gigi (TOOTHACHE)

Tanaman kecubung seing digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit gigi secara langsung atau dikombinasikan dengan bahan lain. Akarnya punya khasiat menghilangkan nyeri gigi, cara penggunaannya adalah:

1. Menggosokkan akar pada gusi gigi yang sakit.

2. Akar ditambah jahe, ditumbuk kemudian ditempelkan pada gusi sebagai penghilang rasa sakit.

3. Campuran air jeruk nipis (1 sdm), gilingan daun legetan warak (1 sdm), gilingan akar kecubung (1 sdm), kemudian seduh dengan air garam (3/4 cangkir), peras dan saring. Digunakan untuk berkumur-kumur selama beberapa menit.

4. Akar kecbung (50 gr), daun legetan arak (10 lembar), kunyit (10 gr) digiling halus, diseduh dengan air mendidih, disaring, dipakai untuk berkumur kemudian diminum setelah diberi sedikit garam.

Daunnya sering digunakan untuk mengobati bengkak karena sakit gigi, dengan cara:

1. Daun kecubung, bawang merah, dan jahe ditumbuk dan kemudian dikompreskan pada tempat yang bengkak.

2. Tumbukan daunnya digunakan sebagai boreh untuk mengobati sakit gigi.

Bijinya digunakan untuk menghilangkan sakit gigi dengan cara meletakkan biji kering kecubung di atas wajan panas yang diberi minyak kelapa, kemudian ditutup tempurung kelapa yang berlubang, asap yang mengepul diembus-embuskan ke dalam mulut dengan menggunakan corong bambu selama 15 sampai 1 jam.

Sebagai antidotum, apabila terjadi keracunan, kecubung digunakan campuran jahe dan air kelapa hijau untuk diminum. *** (Oleh drg. PRATAMA BHANU ANGGARA)

source: http://www.pikiranakyat.com/cetak/0303/23/1002.htm

1 komentar:

  1. ternyata sangat banyak manfaatnya ya gan..
    kunjungan balik yaa Terimakasih :)

    BalasHapus