Senin, 08 Maret 2010

Mengatasi Sakit Gigi (2)

Dibawah ini macam cara "mengatasi sakit gigi" secara alami. Dan memang bermacam caranya. Anda dapat pilih satu untuk mengatasi keluhan sakit gigi. Di posting sebelumnya untuk mengatasinya menggunakan pil anti nyeri. 4 cara mengatasi sakit gigi itu adalah :

1. Dengan minyak tempurung kelapa

Tempurung kelapa atau batok kelapa dibagian cekung bekas daging kelapa diberi bara api kemudian diletakkan dalam mangkok. Setelah dalam mangkok terdapat cairan kuning pekat yang keluar dari tempurung tersebut, inilah minyak tempurung/batok. Ambil kapas lalu celup atau sentuhkan sedikit yang penting minyak meresap pada kapas. Masukkan kapas yang telah basah oleh minyak pada gigi yang berlubang selanjutnya gigit kuat-kuat. Dalam waktu relatif singkat rasa sakit akan hilang.

2. Dengan getah pohon kamboja atau minyak cengkih

Kapas secukupnya dicelupkan dalam minyak cengkih, kemudian dimasukkan ke dalam gigi yang berlubang. Kapas yang sudah dibasahi dengan getah pohon kamboja juga dapat meredakan rasa sakit pada gigi.

3. Dengan biji alpukat

Ambil biji alpukat, bersihkan dan ditumbuk sampai halus. Masukkan bubuk biji alpukat tadi ke dalam gigi yang berlubang. Rasa sakit akan segera hilang.

4. Dengan bawang merah

Ambil satu siung bawang merah tunggal. Gosokkan pada sela ibujari kaki. Kalau yang sakit gigi bagian kanan maka yang digosok pada sela jempol kaki kanan demikian sebaliknya. Gosok terus sampai sakitnya mereda.

Dengan bawang putih

Ambil satu siung bawang putih yang berumbi tunggal (jawa=bawang lanang) tumbuk halus dan masukkan pada gigi yang berlubang. Jangan dikunyah, cukup digigit kuat agar bawang menempel pada lubang gigi.


Mengatasi Sakit Gigi (1)

Di Google sudah ada 189,000 tulisan tentang mengatasi sakit gigi. (0.16 seconds) . Jadi jika anda mengalami sakit gigi dan mau mengatasinya ada banyak obatnya. Tetapi Obat kimia mempunya dampak di hari tua kita. berikut ini tanya jawab konsultasi "mengatasi sakit gigi" (seri 1)

Tanya:
Kadang untuk mengobati sakit gigi digunakan obat Ponstan yang mengandung Asam Mefenamat. Apakah efek samping dari Asam Mefenamat ini? Apakah tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang? Terima kasih atas penjelasannya. Fadjar, 30 tahun

Jawaban :
Fadjar yth,

Asam mefenamat adalah salah satu obat yang bersifat mengatasi rasa sakit (analgesik) dan juga anti-inflamasi (radang) golongan nonsteroid, sehingga sering digunakan untuk mengobati segala jenis nyeri yang disertai pembengkakan, misalnya obat sakit gigi.
Tapi sebenarnya, tidak semua nyeri harus diobati dengan obat anti nyeri, dan seharusnya terlebih dahulu ditelusuri penyebab rasa nyeri tersebut.

Efek samping asam mefenamat adalah gangguan gastrointestinal (pencernaan), mengantuk, reaksi hipersensitif (pada kulit dan juga penyempitan saluran nafas yang istilah medisnya bronkokonstriksi) dan diare. Selain itu, kerusakan butir - butir sel darah pernah dilaporkan juga sebagai efek samping obat ini.
Asam mefenamat tidak dianjurkan untuk pasien dengan penyakit radang usus, kerusakan hati atau ginjal.
Perlu diperhatikan juga untuk pasien yang punya penyakit asma dan wanita hamil.

Bisa dilihat bahwa asam mefenamat adalah obat yang cukup kuat maka tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang (tidak boleh melebihi 7 hari pemakaian obat). Kejang adalah tanda keracunan asam mefenamat (bila overdosis). Bila telah timbul pertanda awal keracunan, pemakaian obat HARUS DIHENTIKAN. Rasa sakit permanen tidak dapat dihilangkan secara simptomatis (dilihat dari segi gejala yang muncul), perlu analisa adanya kerusakan / kelainan jaringan organ yang sakit. Untuk kerusakan yang cukup serius, perlu adanya konsultasi dengan dokter lebih lanjut untuk arah pengobatan yang lebih TEPAT GUNA / EFEKTIF dan AMAN.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat bagi Anda.

Salam,
Tim Konsultasi Kesehatan Mediasehat

Pertumbuhan Gigi Anak

Merawat gigi anak ternyata gampang-gampang susah. Pengetahuan tentang pertumbuhan gigi bagi orangtua pun tak kalah penting.

Kerapian dan keindahan gigi seseorang tak bisa lepas dari faktor genetik. "Kalau orangtua punya gigi berantakan, umumnya gigi anak juga akan berantakan," jelas Drg. Lita Darmawan dari Klinik Kharinta, Bintaro Jaya, Jakarta. Selain itu, faktor kebiasaan juga sering menjadikan tumbuhnya gigi tak bagus. Misalnya, anak masih nge-dot sampai besar, atau hobi mengisap jempol. "Cuma, sekarang memang banyak cara untuk memperbaiki posisi gigi."

Pertumbuhan gigi sendiri dimulai dengan munculnya gigi susu sejak usia 2 bulan sampai 2 tahun. Jumlah gigi susu biasanya 20 buah, 10 gigi atas dan 10 gigi bawah. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan gigi seri bagian bawah, disusul gigi seri bagian atas. Selanjutnya, tumbuh gigi seri susu ke-2, baru kemudian tumbuh geraham susu di usia usia 8-9 bulan. Gigi susu yang terakhir tumbuh adalah gigi taring susu. "Semua gigi susu ini nantinya akan digantikan oleh gigi dewasa (gigi tetap), yang tumbuh mulai usia 6 12 tahun, meskipun terkadang lebih," kata Lita.

Pertumbuhan gigi tetap biasanya diawali oleh gigi seri, baru kemudian geraham kecil. Jadi, sehabis gigi seri, dilanjutkan geraham kecil bawah, geraham kecil atas, baru kemudian taring. Selain itu, ada pula geraham tetap, yang tidak menggantikan gigi susu, yang mulai muncul di usia sekitar 6 tahun. "Ini yang oleh orang-orang sering disangka sebagai gigi susu, padahal sebetulnya gigi tetap. Akibatnya, di usia 8-9 tahun, geraham tetap ini umumnya sudah rusak. Padahal, kalau sudah rusak, tidak ada gigi yang menggantikan," kata Lita.

Gigi yang tumbuh terakhir adalah gigi taring, biasanya di usia 9-12 tahun. Sering terjadi, rahang sempit, sehingga taring akhirnya tumbuh sebagai gingsul. "Ini karena tidak ada tempat lagi untuk taring tumbuh, ditambah adanya dorongan, akhirnya muncul gingsul," jelas Lita. Orangtua sering menganggap gingsul sebagai sesuatu yang mengganggu, sehingga memutuskan untuk mencabutnya. Padahal, taring ini merupakan sudut estetik wajah seseorang. Kenapa? "Karena taring memiliki akar paling panjang, sehingga kalau dicabut, tulang wajah akan berubah karena kempot, sehingga sering jadi kelihatan lebih tua." Kalau mau diperbaiki, yang dicabut biasanya geraham kecilnya, bukan taringnya.

TAK PUNYA GIGI TETAP
Bagaimana jika gigi susu anak sudah rusak sejak kecil? Sebaiknya jangan didiamkan. "Ingat, sumber kuman paling besar adalah di dalam mulut. Nah, kuman ini kemudian beredar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jadi, jika gigi anak rusak, misalnya berlubang, bisa jadi anak akan sering sariawan atau sering sakit," lanjut Lita. Yang perlu diketahui, gigi berlubang ternyata bisa memicu timbulnya berbagai penyakit, dari kencing manis sampai jantung. Jadi, jika gigi susu anak rusak atau berlubang, paling tidak, usahakan agar tidak menjadi lebih parah. Kenapa? Karena kalau sampai rusaknya parah dan mengenai saraf, bisa-bisa timbul bengkak di gusi.

Kalau gigi tetap anak tumbuh tepat waktu, maka tindakan yang dilakukan adalah meminimalisir kerusakan gigi susu, toh sebentar lagi gigi tetapnya akan tumbuh. Tapi, kalau gigi tetap anak tumbuh tidak tepat waktu, misalnya baru tumbuh di usia 7 tahun, "Masak kita akan membiarkan anak sakit gigi terus sampai gigi tetapnya muncul? Ini tentu juga akan mempengaruhi aktivitas dan kecerdasan anak. Kalau anak sering sakit gigi dan tak mau makan, tentu ia jadi tak punya tenaga untuk beraktivitas dan berpikir. Anak pun cenderung rewel."

Kehilangan gigi sejak dini juga bisa mengakibatkan gangguan bentuk atau pertumbuhan gigi yang lain. "Kalau gigi susu tanggal lebih dini, maka gigi tetap akan tumbuh tanpa guidance, sehingga bisa tumbuh seenaknya aja," jelas Lita.

Yang juga harus diantisipasi adalah jika gigi tetap anak ternyata tak ada. "Terkadang, ada anak yang memang tidak memiliki gigi tetap. Misalnya, benih geraham tidak ada. Ini tentu akan berakibat fungsi pengunyahannya terganggu. Nah, kalau geraham susunya sudah rusak atau tanggal, berarti tidak ada penggantinya karena benih geraham tetapnya tidak ada." Kalau ini diketahui sejak awal, geraham susu bisa dirawat dan dipertahankan supaya tetap ada. "Jadi nggak masalah sekalipun gigi tetap tidak ada.
Pasalnya, gigi susu akan tanggal atau goyah kalau memang hilang akarnya. Sementara akar gigi susu akan dimakan (di-absorpsi) oleh gigi tetap."

Untuk memastikan apakah benih gigi tetap anak ada, satu-satunya jalan adalah dengan foto panoramik. "Ini bisa dilakukan di usia sekitar 5 tahun, di masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap."

Gigi Susu Anak

Berikut ini bahasan mengenai "gigi susu anak" dan perkembangan gigi nya selama pertumbuhan.

Rasanya baru kemarin, saya bilang ke suami "Mas, kok gigi farah dari 3 bulan terakhir ini ga nambah2 jumlahnya? Padahal mela kan waktu hamil rajin minum CDR dan susu". Yang saya tahu, gigi bayi sudah mulai dibentuk sejak janin umur 6 bulan. Selain faktor genetik, gizi juga sangat mempengaruhi. Suami hanya tersenyum manis dan sedikit berkomentar sembari mengingatkanku agar ga khawatir" Ya..tunggu aja lah,kan setiap anak beda2 pola pertumbuhannya". Namun sekarang, Alhamdulillah,ada benih gigi di bagian taringnya.Lucu ya?biasanya kan geraham dulu baru gigi taring. Nah, berarti diumur 17 bulan ni gigi farah nambah satu lagi(bagian taring). kalo kemarin2 kan hanya gigi seri (4 atas-4 bawah).


Apa gigi susu? yuk cari ilmunya...
Gigi susu, sering disebut gigi sulung, gigi sementara, ataupun gigi desidui, berjumlah 20 buah yang tersusun masing-masing 10 buah pada rahang atas dan bawah.
Anak umur 2 tahun biasanya sudah lengkap pertumbuhan gigi susunya.

Umur berapa anak memiliki gigi susu lengkap?

Panduan perkiraan waktu tumbuh gigi susu (menurut Lunt & Law)


Rahang Atas Rahang Bawah
Gigi seri pertama 8-12 bulan (rata-rata 10 bulan) 6-12 bulan (rata-rata 8 bulan)
Gigi seri kedua 9-13 bulan (rata-rata 11 bulan) 10-16 bulan (rata-rata 13 bln)
Gigi taring 16-22 bulan (rata-rata 19 bulan) 17-23 bulan (rata-rata 20 bln)
Gigi geraham pertama 13-19 bulan (rata-rata 16 bulan) 14-18 bulan (rata-rata 16 bln)
Gigi geraham kedua 25-33 bulan (rata-rata 29 bulan) 23-30 bulan (rata-rata 27bln)

Trus, kalo anak sudah mulai mempunyai gigi susu, jangan mengabaikan perawatannya karena gigi susu adalah cikal bakal gigi permanen yang sehat dan rapi. Sering kita melihat anak yang tak rajin pertumbuhan giginya, ini mungkin salah satunya penyebabnya selain faktor genetik. jadi jangan abaikan gigi susu yang sangat penting peranannya,yaitu:
  1. Untuk mengunyah guna membantu memudahkan pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan. Hal ini sangat penting mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Aktifitas mengunyah akan merangsang pertumbuhan tulang rahang. Para orangtua hendaklah ‘memberi contoh’ dan mengajar anaknya cara mengunyah makanan yang benar yaitu dilakukan pada kedua sisi rahang (kanan dan kiri) untuk merangsang agar pertumbuhan tulang seimbang. Bila anak berkebiasaan mengunyah hanya dengan satu sisi rahang saja, sisi yang jarang terpakai tampak lebih kotor dibanding sisi yang sering dipakai mengunyah.
  3. Mempertahankan ruangan dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi pengganti. Sebagai contoh gigi geraham susu mempunyai dua akar; di antara dua akar gigi tersebut terletak benih gigi penggantinya. Arah pertumbuhan gigi pengganti akan sejalan dengan arah atau jalan tanggalnya gigi susu
  4. Apabila gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan ataupun di belakangnya akan bergeser ke tempat bekas gigi yang dicabut. Ini mengakibatkan kekurangan ruang untuk gigi permanennya kelak. Gigi pengganti akan kehilangan penuntun arah. Dampaknya, gigi penggantinya tumbuh berjejal dan salah arah.
  5. Berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu. Kehilangan atau kerusakan parah pada gigi seri dapat menimbulkan kesulitan pengucapan huruf-huruf seperti; F, V, S, Z, Th. Namun dapat dikoreksi setelah gigi penggantinya muncul.
  6. Estetika. Bila gigi susu terawat baik punya andil menjaga estetika; penampilan anak lebih lucu, lebih menarik, dan lebih sehat kalau mereka tersenyum dengan geligi yang utuh dan bersih.
8 langkah agar gigi susu si kecil sehat

  1. Kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia 6 minggu di dalam kandungan. Ibu hamil yang cukup asupan kalsium dan protein umumnya pertumbuhan gigi dan tulang bayi baik.
  2. Pengendalian karies antara lain makanan yang mengandung gula dan menempel di gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan kerusakan gigi.
  3. Hendaknya selalu membersihkan sisa makanan setiap anak habis makan atau minum manis.
  4. Bersihkan gigi dan gusi bayi dengan kapas/kasa steril yang dibasahi air matang. Gosoklah perlahan sehabis menyusu dan diberi makan.
  5. Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi, ciptakan suasana menyikat gigi yang menyenangkan, meskipun akhirnya bantuan orangtua tetap diperlukan.
  6. Bimbing anak menyikat gigi dengan sikat gigi khusus anak yang banyak tersedia di toko terkemuka. Bahkan ada sikat gigi “bertahap” mulai dari awal tumbuh gigi sampai lengkap gigi susu. Gunakan air masak untuk kumur agar aman bila tertelan. Bantu anak memegang sikat supaya ia bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman dan aman, tidak melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakkan.
  7. Di bawah usia 4 tahun sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi, dikhawatirkan akan tertelan.
  8. Pengenalan pasta gigi dapat dilakukan bila anak telah pandai berkumur, dengan pengawasan lekat. Beri contoh cara berkumur yaitu menggerakkan kumuran dan mengeluarkannya dengan keras, tak hanya sekedar dikeluarkan dari mulut.
Sumber: Mc Donald, R.E & Avery, D.R. Dentistry for the child and adolescent, Mosby., St Louis.( I bu Cemerlang,Nesstle)