Rabu, 10 Februari 2010

Kedokteran Gigi (ILMU KEDOKTERAN GIGI)

Apakah kedokteran gigi (ILMU KEDOKTERAN GIGI) wajib ada. Sejak kapan kedokteran gigi ada ?. Apakah dulu peran kedokteran gigi ada dan di perlukan dan apakah sekarang jadinya bla tidak ada ilmu "kedokteran gigi". Maka jawabanya adalah relatif, ada orang yang sangat memerlukan bantuan dokter gigi, ada juga banyak orang yang selama hidupnya tak pernah mengenal dokter gigi.

Ilmu KEDOKTERAN GIGI baru muncul setelah manusia mulai menemui problem terhadap gigi, jadi waktunya sekitar ditemukanya berbagai makanan olahan, makanan perusak gigi itu sendiri. Jadi di zaman abad 18 an meskipun orang tidak menyikat gigi secara rutin, gigi meraka tidak rusak, karena yang mereka konsumsi setiap hari adalah makanan alami, tanpa sentuhan/rekayasa obat kimia.


Saya jadi teringat sebuah cerita, bahwa di zaman Nabi Adam mungkin tidak ada istilah perawatan gigi. Karena semuanya pada saat itu adalah alami. Kemudian Menuju zaman Nabi Musa, Tuhan mulai memerintahkan untuk "berkumur". Ya, pada zaman itu Tuhan hanya mewajibkan manusia untuk berkumur sebagai bentuk perintah untuk umat. Dan yang terakhir adalah zaman Nabi Muhammad, Tuhan menurunkan perintah untuk mulai menyikat gigi pada umatnya. Jadi perintah "sikat gigi" dibukukan di zaman Nabi itu. Nabi bersabda" jikalau tidak memberatkan umatku, niscaya diwajibkan atas mereka menyikat gigi setiap akan sholat". Merenungi hadits ini, sunggung menyikat gigi adalah hal yang sangat penting. Kalau saja tidak memberatkan, sikat gigi adalah wajib dilakukan 5x sehari. Tapi Tuhan merasakan akan ada rasa keberatan pada manusia, sehingga menurunkan derajat perintah "Gosok Gigi" ini hanya merupakan perintah sunnah. Artinya jika sikat gigi dilakukan 5x sehari, maka seseorang akan mendapat keuntungan, dan jika "sikat gigi" ini tidak dilakukan maka orang akan rugi.


Lalu apa yang kita lihat, dunia Kedokteran Gigi telah menjadi ilmu yang perlu di pelajari, karena hampir semua orang malas menggosok gigi, dan hampir semua orang usia 20 ke atas giginya tidak utuh lagi, kecuali orang yang beruntung tadi, orang yang selalu menyempatkan mengosok gigi walau itu berat dilakukan.


Bagaimana agar kita rutin "sikat gigi" sehari minimal 5x, maka bangun tidur langsung sikat gigi. Habis makan 3x sehari, maka sebisanya sikat gigi langsung, dan sebelum tidur sikat gigi lagi. Saya sendiri klo sikat gigi tanpa "Pasta Gigi" jadi menyikat gigi itu cepat, efektif dan tidak ribet. Mengapa saya gak pakai "Pasta gigi" karena, saya gak suka sesuatu yang bersifat kimia. Dan saya pernah mendengar berita Bahaya Floride pada pasta gigi. Silahkan anda cari sendiri di Google.


Pentingnya kedokteran gigi saya ketahui ketika saudara saya mengalami keganjilan pada pertumbuhan gigi nya, entah mengapa, gigi geraham nya tumbuh ke arah yang tidak semestinya sehingga gigi tersebut harus di copot dengan operasi.

Gigi Rusak Pada Anak

Gigi rusak (KERUSAKAN GIGI) pada anak mungkin sudah menjadi hal yang biasa kita saksikan. Saya akan share pengalaman melihat anak anak di sekeliling yang sungguh luar biasa, hehehe gigi mereka pada rusak/keropos/busuk. Sebelumnya saya hanya melihat anak yang giginya tanggal/ruak saja, eee gak taunya ada juga anak yang giginya rusak dan berwarna hitam.

Saya memandang kalau "gigi anak rusak" itu adalah kesalahan pola asuh dari orang tua. Akibat kebodohan orang tua yang cuek terhadap masalah kesehatan. Orang tua baru terkejut ketika mendapati anaknya yang menangis-nangis karena "gigi sakit" mendadak. Bisa berupa gigi goyang atau gigi bolong/berlubang. Jika sudah begini orang tua baru berkoar-koar memerintahkan anaknya yang tak tau apa-apa untuk rutin "menyikat giginya".


Yang berbeda antara anak dan orang tua adalah, ketika keduanya mengalami "sakit gigi", maka anak lebih cepat sembuh. Mungkin sekitar 3 hari gigi anak itu akan sembuh, berbeda jika terjadi pada orang tua, mungkin sakit gigi itu mereka alami sampai 30 hari. Aduh, jadi teringat lagu "sakit gigi" yang katanya lebih sakit dari sakit hati. heheheh. Cepatnya kesembuahan anak dari sakit gigi ini adalah karena gusi anak masih dalam masa perkembangan, sehingga mudah untuk pergantian sel-sel baru. Berbeda dengan orang tua.


Kerusakan gigi anak ini terutama dipicu oleh makanan kimia di zaman sekarang yang dimana-mana megepung kita. Snack gurih, permen manis, coklat manis dll yang menggunakan bahan kimia/aditif tambahan inilah penyebab utama gigi anak rusak. pada posting yang lalu saya jelaskan bahwa besi dan baja stainless stell yang tebal 10 mm saja bisa jebol karena bumbu makan instan, apalagi gigi. Kerusakan gigi anak ini tidak kita dapati di generasi dulu, dimana makanan/minuman masih alami semua.

Kerusakan gigi pada anak ini berakibat pertumbuhan gigi tidak merata, misal karena gigi banyak yang rontok, maka jika ada gigi tumbuh sendiri ini akan mengakibatkan ukuran yang besar mengalahkan gigi yang tumbuh berikutnya.

Gigi Palsu (GIGI TIRUAN)

Gigi tiruan atau palsu adalah hal yang umum untuk kalangan orang usia menengah keatas. banyak yang membuat seseorang memasang Gigi Palsu/Gigi Tiruan ini. kakek saya generasi tahun 70-an sudah memasang gigi palsu/tiruan. Yang lucu adalah warna gigi itu, yaitu warna emas. Bagi anak kecil melihat gigi berwarna emas adalah hal yang aneh (gigi kok gak putih) itu pertanyaan di hati anak kecil.

Karena zaman sudah berubah, sekarang banyak ditemukan metode pemasangan "gigi palsu atau tiruan" itu. Dan sekarang gigi palsu berwarna emas sudah kelihatan kuno. Iklan di media tentang "pemasangan gigi palsu" sudah banyak. Dan yang mengagumkan mungkin adalah gigi palsu/tiruan itu bisa permanen atau dipakai selamanya. jadi mungkin tak ada problem selama memakai gigi itu.

Salah satu hal yang penting dalam pemasangan gigi palsu atau tiruan itu adalah pembuatan akar gigi. Pembuatan akar gigi palsu adalah hal yang terpenting. Akar gigi harus kuat dan kokoh menyangga gigi. Akar inilah yang bekerja menopang gigi dikala mengunyah makanan. jadi pemasangan akar gigi palsu yang kurang baik akan berakubat fatal di tengah jalan, misal akan akar gigi ini goyang/terlepas. Padahal bukankah pembuatan gigi palsu harus yang paten, yang bisa dipakai selamanya tanpa ada ganguan lagi. Bayangkan jika akar gigi lepas, mungkin ini mengakibatkan "gusi berdarah" (GUSI BERDARAH). Ini bisa membuat kita 2 x pergi ke jasa pemasang gigi.

Lalu apakah sebaiknya seseorang memasang gigi palsu. Maka jawabanya adalah relatif, tergantung orang itu. Karena banyak juga kaum bapak-bapak yang tetap gigi ompongnya gak di ganti gigi palsu. Dan itu put tak menggangu aktifitas bapak-bapak itu, ya karena bagian yang ompong adalah geraham depan, sehingga tak terlihat betul dari luar kecuali menguap lebar. Jadi semua tergantung anda.

Yang terakhir adalah kita bahas mengapa sih sampai kita mengalami gigi ompong/lepas?. Semua itu sebenarnya kesalahan kita sendiri, kesalahan orang tua kita juga termasuk. Sejak kecil kita meremehkan keharusan sikat gigi setiap hari sehabis tidur, sehabis makan dan sikat gigi sebelum tidur. Pola makan juga menentukan kekuatan gigi. Misal Makan bakso yang panas plus minumnya es degan yang dingin. inilah pemicu gigi (GUSI) menjadi rapuh.

Menambal Gigi Berlubang (GIGI BOLONG/BERLUBANG)

Saya hampir akrab dengan istilah "menambal gigi berlubang". Karena saudara dan tetangga mengalami gigi bolong (GIGI BERLUBANG) yang sangat menggangu. lalu upaya menambal/penambalan gigi itu dilakukan. Tidak sulit mencari dokter gigi yang buka praktik untuk menambal gigi bolong/gigi berlubang. Karena hampir di kota kecil pun banyak "praktek dokter gigi" tersebut.

Yang menjadi adalah apakah poses menambal/penambalan gigi itu akan selalu sukses?. Maka akan ada macam jenis gigi bolong/gigi berlubang yang akan di tambal itu. Ada gigi berlubang (GIGI BOLONG) yang bisa di tambal dan ada yang tidak. Gigi yang masih bisa di tambal menurut pengalaman adalah gigi yang akarnya belum rusak. Jadi semacam "gigi pecah/cuil itu bisa di tambal dan tidak ada gangguna setelah gigi itu di tambal. Yang kedua adalalah gigi yang akarnya rusak dan ada iritasinya. Maka yang terjadi adalah penambalan gigi itu hanya bertahan beberapa bulan.


Seperti yang dialami saudaraku, setelah menambal gigi rasa senang dirasakanya, tetapi beberapa bulan kemudian timbullah rasa sakit pada gigi (SAKIT GIGI) muncul lagi. Ternyata setelah itu dokter yang menambal baru bilang bahwa akar gigi sudak tidak baik, sehingga menambal gigi ini tidak efektif. Maka jalan berikutnya adalah melakukan "cabut gigi". Ya obat sakit gigi jika akar sudah rusak/iritasi ini memang cuma mencabutnya. beres deh. Gak apa-apa ompong semetara, yang penting gak sakit gigi.


Gigi bolong/berlubang bisa terjadi secara singkat. Meski gigi itu terbuat dari bahan yang sangat kuat, tetap saja bisa rusak secara cepat. Saya teringat ketika PKN di pabrik manufaktur pembuat tabung pengaduk bumbu mie instan. Pabrik yang saya tempai itu spesialis pembuat peralatan dari baja stainlees stell. Langganan terbanyak adalah dari pabrik Industri makanan yang memesan perlalatan disitu. Hal tersulit adalah membuat bahan yang tahan untuk menampung bahan bumbu mie instan itu. Karena apa, baja stainless stell setebal 10 mm bisa rusak/jebol terkena daya korosif bumbu makanan itu. Wahhh.

Contoh lain adalah air laut yang sangat cepat menghancurkan besi. Maka biasanya sepeda motor bekas kalau berasal dari daerah pesisir pantai bisa di pastikan body nya cepat keropos. Ya, karena terkena udara pantai yang mengandung uap air garam.

Jadi kesimpulanya adalah kalau besi dan stainless stell tak dapat menahan kekuatan sifat korosif dari bahan kimia dan garam, maka gigi kita pun tidak kuat menahan korosif dari makanan-makanan yang mengandung bahan kimia, seperti pemanis, penyedap, perasa dan pewarna. Maka jika kita selesai memakan makanan semacam itu dan langsung tidur, maka pada malam selama kita tidur, berlangsunglah proses korosifitas pada permukaan gigi kita, beberapa lama kemudian kita terkecut, gigi kita sudah keropos/bolong/berlubang.

Jadi obat sakit gigi bolong (GIGI BERLUBANG) adalah menambal jika tidak parah dan mencabut jika sudah parah/terasa sakit yang berlangsung lama. Ingat jangan lupa sikat gigi walau sebentar, yang penting rutin.